Jumat, 24 Juni 2022

DILEMA NARAPIDANA

Merupakan strategi dalam menjaga keseimbangan antara kerjasama dan persaingan. Dilema Narapidana atau tahanan adalah permainan yang terkenal dari strategi pada ilmu sosial yang membantu seseorang untuk memahami dengan mengatur keseimbangan antara kerjasama dan persaingan baik dalam bisnis, politik dan permasalahan sosial lainnya. Pengakuan adalah strategi utama dan bersifat dominan, di mana ketika kedua belah pihak mengaku, hasilnya lebih buruk untuk keduanya daripada keduanya diam. Konsep dilema narapidana ini dikemukakan oleh ilmuwan dari Rand Corporation Scientisist, yaitu Merrill Flood dan Melvin Dresher yang dipopulerkan oleh Albert W. Tucker seorang ahli matematika dari Princeton Mathematician, Amerika (www.econlib.org) Teori dilema narapidana dikembangkan menjadi Evolusi Kerjasama yang dituangkan dalam buku The Evolution of Coorporation (1984) oleh Robert Axelrod (Dyson, 2012; Rose, 2014).

Teori permainan

Teori permainan adalah cara yang umum untuk menjelaskan perilaku oligopolistik. Teori ini untuk menguji langkah-langkah strategis di mana oligopoli membuat keputusan untuk menentukan harga, output dan iklan. Teori permainan ini disebut dengan ilustrasi teori permainan yang disebut dengan dilema narapidana. Dua orang ditangkap karena suatu tindak kejahatan, namun bukti[1]buktinya lemah sehingga polisi memisahkan kedua tahanan tersebut dengan menawarkan kesepakatan khusus ke masing-masing tahanan. Jika salah satu tahanan mengaku, tahanan yang lain bisa bebas asalkan salah salah satu tahanan mengaku dan tahanan yang lainnya akan mendapat 10 tahun atau lebih masa tahanan. Apabila kedua tahanan mengaku, masing-masing akan menerima hukuman penurunan 2 tahun penjara. Para tahanan tahu kalau tidak mengakui perbuatannya, mereka akan dibebaskan dari semua tuduhan dan akan dilepas dalam dua hari. Masalahnya disini adalah bahwa tahanan tidak tahu apa kesepakatan yang dibuat tahanan lain yang sedang ditawarkan atau jika tahanan yang satu akan mengambil kesepakatan apa.

Manfaat yang diperoleh dari teori ini:

· Setiap orang yang terperangkap dalam suatu permainan yang dipastikan akan mengutamakan untuk mengejar kepentingan pribadinya untuk mengejar kepentingan terbaiknya.

· Kedua negara atau lebih akan lebih baik kalau mereka untuk bekerjasama dan menghindarai perlombaan senjata, seperti halnya apa yang terjadi pada peran OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries).

· Teori ini secara umum telah memberikan kontribusinya terhadap pernyataan ilmu-ilmu sosial dan bidang terkait.

 

Source: Dr. Ir. Paulus Kurniawan, MBA, Prof. Dr. Made Kembar Sri Budhi, Drs., M.P., ‘Smart Leadership - Being a Leader’, 2017, p. 338

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAGAIMANA CARA MENJADI SEORANG PEMIMPIN YANG BAIK?

Model kepemimpinan Maxwell (2012) ini mencakup lima (5) syarat pemenuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, yaitu: 1. Disiplin Disipl...