Merupakan strategi dalam menjaga keseimbangan antara kerjasama dan persaingan. Dilema Narapidana atau tahanan adalah permainan yang terkenal dari strategi pada ilmu sosial yang membantu seseorang untuk memahami dengan mengatur keseimbangan antara kerjasama dan persaingan baik dalam bisnis, politik dan permasalahan sosial lainnya. Pengakuan adalah strategi utama dan bersifat dominan, di mana ketika kedua belah pihak mengaku, hasilnya lebih buruk untuk keduanya daripada keduanya diam. Konsep dilema narapidana ini dikemukakan oleh ilmuwan dari Rand Corporation Scientisist, yaitu Merrill Flood dan Melvin Dresher yang dipopulerkan oleh Albert W. Tucker seorang ahli matematika dari Princeton Mathematician, Amerika (www.econlib.org) Teori dilema narapidana dikembangkan menjadi Evolusi Kerjasama yang dituangkan dalam buku The Evolution of Coorporation (1984) oleh Robert Axelrod (Dyson, 2012; Rose, 2014).
Teori
permainan
Teori
permainan adalah cara yang umum untuk menjelaskan perilaku oligopolistik. Teori
ini untuk menguji langkah-langkah strategis di mana oligopoli membuat keputusan
untuk menentukan harga, output dan iklan. Teori permainan ini disebut dengan
ilustrasi teori permainan yang disebut dengan dilema narapidana. Dua orang
ditangkap karena suatu tindak kejahatan, namun bukti[1]buktinya
lemah sehingga polisi memisahkan kedua tahanan tersebut dengan menawarkan
kesepakatan khusus ke masing-masing tahanan. Jika salah satu tahanan mengaku,
tahanan yang lain bisa bebas asalkan salah salah satu tahanan mengaku dan
tahanan yang lainnya akan mendapat 10 tahun atau lebih masa tahanan. Apabila
kedua tahanan mengaku, masing-masing akan menerima hukuman penurunan 2 tahun
penjara. Para tahanan tahu kalau tidak mengakui perbuatannya, mereka akan
dibebaskan dari semua tuduhan dan akan dilepas dalam dua hari. Masalahnya
disini adalah bahwa tahanan tidak tahu apa kesepakatan yang dibuat tahanan lain
yang sedang ditawarkan atau jika tahanan yang satu akan mengambil kesepakatan
apa.
Manfaat
yang diperoleh dari teori ini:
· Setiap orang yang
terperangkap dalam suatu permainan yang dipastikan akan mengutamakan untuk
mengejar kepentingan pribadinya untuk mengejar kepentingan terbaiknya.
· Kedua negara atau lebih
akan lebih baik kalau mereka untuk bekerjasama dan menghindarai perlombaan
senjata, seperti halnya apa yang terjadi pada peran OPEC (Organization of the
Petroleum Exporting Countries).
· Teori ini secara umum
telah memberikan kontribusinya terhadap pernyataan ilmu-ilmu sosial dan bidang
terkait.
Source: Dr. Ir. Paulus
Kurniawan, MBA, Prof. Dr. Made Kembar Sri Budhi, Drs., M.P., ‘Smart Leadership
- Being a Leader’, 2017, p. 338
Tidak ada komentar:
Posting Komentar