Teori Kepemimpinan dalam Organisasi
Ada
beberapa teori kepemimpinan dalam organisasi :
1)
Teori sifat: kecerdasan, inisiatif, keterbukaan dan perasaan humor, antusiasme,
kejujuran, simpatik, kepercayaan pada diri sendiri /PD
2)
Teori Kelompok (berskala psikologi sosial) : Pertukaran antara pemimpin dan
pengikutnya, konsep sosiologi, memperhitungkan dan membantu pengikutnya,
pemberian perhatian
3)
Teori Situasional dan model kontingensi : Hubungan pemimpin dan struktur
fungsi, derajat tugas dan strukutur tugas, otorita formal (kontingensi), diterima
oleh pengikutnya, tugas dan semua berhubungan dengannya ditentukan dengan
secara jelas, penggunaan otoritas dan kekuasaan secara formal
4)
Teori jalan-jalan kecil-tujuan : Kepemimpinan direktif, pemimpin mendukung
partisipatif, pemimpin berorintasi pada prestasi.
Fungsi
Kepemimpinan dalam Organisasi
Menurut
Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan “lima fungsi pokok
kepemimpinan, yaitu:
1.
Fungsi Instruktif, Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa
(isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai,
melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah)
agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang
dipimpin hanyalah melaksanakan perintah.
2.
Fungsi Konsultatif, Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebagai
komunikasi dua arah. Hal tersebut digunakan manakala pemimpin dalam usaha
menetapkan keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi
dengan orang-orang yang dipimpinnya.
3.
Fungsi Partisipasi, Dalam menjalankan fungsi partisipasi pemimpin berusaha
mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan
maupun dalam melaksanakannya. Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan
yang sama untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari
tugas-tugas pokok, sesuai dengan posisi masing-masing.
4.
Fungsi Delegasi, Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin memberikan
pelimpahan wewenang membuat atau menetapkan keputusan. Fungsi delegasi
sebenarnya adalah kepercayaan seorang pemimpin kepada orang yang diberi
kepercayaan untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara
bertanggungjawab. Fungsi pendelegasian ini, harus diwujudkan karena kemajuan
dan perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh seorang pemimpin
seorang diri.
5.
Fungsi Pengendalian, Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang
efektif harus mampu mengatur aktivitas anggotanya secara terarah dan dalam
koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama
secara maksimal. Dalam melaksanakan fungsi pengendalian, pemimpin dapat
mewujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan”.
Pendekatan-Pendekatan
dalam Kepemimpinan
1.
Pendekatan Sifat. Kesuksesan dan kegagalan pemimpin ditentukan oleh sifat yang
dimilikinya sejak lahir.
2.
Pendekatan Keahlian. Individu pemimpin merupakan fokus dari pendekatan keahlian
dan pendekatan sifat. Namun, jika pendekatan sifat berhubungan dengan karakter
pribadi pemimpin yang dibawanya sejak lahir, maka pendekatan keahlian berpusat
pada kemahiran dan kemampuan yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh
seseorang yang ingin menjadi pemimpin. Jika pendekatan sifat mempertanyakan
siapa saja yang mampu untuk menjadi pemimpin, maka pendekatan keahlian
mempertanyakan apa yang harus diketahui untuk menjadi seorang pemimpin.
Kemampuan seseorang untuk mengaplikasikan pengetahuan dan kompetensi yang
dimilikinya untuk mencapai tujuan merupakan pengertian dari pendekatan
keahlian.
3.
Pendekatan Perilaku. Pendekatan perilaku berdasarkan pada pemikiran bahwa sikap
dan gaya kepemimpinan mampu menentukan kesuksesan atau kegagalan seorang
pemimpin. Sikap dan gaya kepemimpinan tersebut terlihat dari kehidupannya
sehari-hari, cara ia memberi perintah, membagi tugas dan wewenangnya, cara berkomunikasi,
cara mendorong semangat kerja bawahan, cara memberi bimbingan dan pengawasan,
cara membina disiplin kerja bawahan, cara menyelenggarakan dan memimpin rapat
anggota, cara mengambil keputusan dan sebagainya.
4.
Pendekatan Situasional. Pendekatan situasional atau pendekatan kontingensi
didasarkan pada pendapat tentang kesuksesan kepemimpinan tidak hanya
dipengaruhi oleh perilaku pemimpin saja. Setiap organisasi mempunyai karakter
khusus dan unik yang bahkan organisasi sejenispun akan menghadapi isu-isu yang
bervariasi karena lingkungan, semangat, watak dan situasi yang berbeda ini
harus ditindaklanjuti dengan perilaku kepemimpinan.
Source: Badu, Syamsu Q, and
Novianty Djafri, Kepemimpinan & Perilaku Organisasi, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar