Kamis, 23 Juni 2022

AZAS, STRUKTUR, DAN DESAIN ORGANISASI

 Struktur Organisasi

Herbert A. Simon, Donald W. Smithburg, dan Victor A. Thompson mendeinisikan organisasi sebagai sebuah sistem yang terstruktur terkait usaha kerjasama dimana setiap anggota memiliki kontribusi dan kewajiban yang diakui untuk dilaksanakan. Berikut ini ialah bagian-bagian organisasi:

1. The Operating Core. Karyawan melaksanakan tugas dasar tentang produksi barang dan jasa.

2. The Strategic Apex. Manajer tingkat atas (top management).

3. The Middle Line. Para manajer yang menghubungkan manajer tingkat atas dengan bagian operasional.

4. The Technostructure. Orang-orang yang dibebankan pekerjaan untuk menganalisis dan memgang tanggung jawab pada bentuk standarisasi organisasi.

5. The Support Staff. Pegawai unit staff yang menyediakan jasa pendukung secara tidak langsung untuk organisasi.

Struktur merupakan sebuah korelasi antara fungsi dalam organisasi. Dengan kata lain, struktur organisasi ialah hubungan antar karyawan serta tugas dan fungsi mereka sebagai personel kelompok pelaksana. Adapun fungsi atau kegunaan struktur dalam organisasi:

1. Kejelasan Tanggung Jawab. Semua anggota organisasi perlu bertanggung jawab secara penuh terhadap pelaksanaan kewenangan serta pimpinan yang menyerahkan wewenang.

2. Kejelasan Kedudukan. Kejelasan kedudukan atau jabatan anggota organisasi dapat membantu koordinasi dan hubungan yang disebabkan oleh munculnya keterkaitan penyelesaian sebuah tugas yang diamanahkan pada seseorang.

3. Kejelasan Uraian Tugas. Kejelasan uraian dalam organisasi dapat mempermudah atasan untuk mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan tugas tersebut, serta para pegawai mampu berkonsentrasi pada penyelesaian pekerjaan yang telah diuraikan secara jelas dan terbuka.

Asas Organisasi

Berikut ini ialah asas-asas organisasi yang berfungsi untuk mewujudkan organisasi yang unggul, efektif, berdaya guna sesuai kebutuhan:

1. Asas tujuan organisasi, harus jelas dan rasional 2. Asas kesatuan tujuan, harus ada kesatuan tujuan yang ingin dicapai 3. Asas kesatuan perintah, bawahan menerima perintah dan mempertanggungjawabkannya hanya kepada seorang atasan. 4. Asas rentang kendali, manajer hanya bisa memimpin secara efektif sejumlah bawahan tertentu, misalnya 3 orang atau 9 orang. 5. Asas pendelegasian wewenang, pembagian wewenang harus jelas dan efektif. 6. Asas keseimbangan wewenang dan tanggungjawab, wewenang yang diberikan dengan tanggungjawab yang timbul karenanya harus sama besarnya. 7. Asas tanggungjawab, harus sesuai dengan garis wewenang. 8. Asas pembagian kerja 9. Asas penempatan personalia 10. Asas jenjang berangkai, prosedur wewenang harus bersifat vertikal yang jelas, tidak terputus-putus dengan jarak pendek. 11. Asas eisiensi 12. Asas kesinambungan 13. Asas koordinasi

Mendesain Struktur Organisasi

Terdapat enam principal yang diperlukan dalam merancang struktur organisasi (Robbins dkk, 2003):

1. Spesialisasi Pekerjaan : Tugas dan fungsi dalam organisasi dibentuk menjadi beberapa bagian pekerjaan. Setelah awal abad ke 20, spesialisasi menjadi sangat popular karena Henry Ford telah sukses mengaplikasikan spesialisasi dan menjadi best seller pada masanya. Pengulangan tupoksi yang serupa dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas dan daya guna suatu pekerjaan.

2. Departemenisasi : Prinsip ini merupakan dampak dari spesialisasi, dengan mengkategorisasi tugas yang sejenis dalam satu departmen. Departemenisasi merupakan kegiatan penyusunan perangkat-perangkat organisasi yang akan diberikan divisi kerja. Fungsi ialah kegiatan[1]kegiatan yang serupa sesuai dengan kemiripan sifat atau pelaksanaannya.

3. Rantai Komando : Prinsip ini mendeskripsikan tujuan pelaporan hasil pekerjaan dengan mengajukan pertanyaan berupa “kepada siapa saya bertanggung jawab dan berdiskusi terkait urusan pekerjaan?”. Otoritas dan kesatuan merupakan dua komponen penting dalam prinsip rantai komando. Otoritas adalah hak posisi menejerial seperti memberikan pekerjaan serta menginginkan agar pekerjaan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Kesatuan perintah merujuk pada para pejabat atau pemimpin organisasi hanya boleh diinstruksikan dan bertanggung jawab pada pejabat tertentu.

4. Rentang Pengawasan : Unsur ini mendeskripsikan berapa jumlah bawahan yang dapat dikelola secara eisien dan efektif oleh seorang manajer.

5. Sentralisasi dan Desentralisasi : Sentralisasi bertindak sebagai status dimana hanya beberapa jabatan di perusahaan yang perlu mengambil keputusan. Sedangkan desentralisasi merupakan pergantian tanggung jawab dan wewenang yang awalnya berasal dari kantor pusat langsung diserahkan pada pihak yang berlokasi terdekat dengan lingkungan yang membutuhkan atensi. Melalui desentralisasi, akan lebih banyak pihak yang terlibat dalam mempercepat penyelesaian masalah serta menjadikan pegawai sebagai anggota organisasi.

6. Formalisasi : Jika pekerjaan yang ada telah diformalisasi, akan diketahui pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan, kapan harus diselesaikan, dan bagaimana cara menyelesaikannya.


Source: Badu, Syamsu Q, and Novianty Djafri, Kepemimpinan & Perilaku Organisasi, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAGAIMANA CARA MENJADI SEORANG PEMIMPIN YANG BAIK?

Model kepemimpinan Maxwell (2012) ini mencakup lima (5) syarat pemenuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, yaitu: 1. Disiplin Disipl...