Secara umum problem yang dialami
oleh para guru dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu problem yang
berasal dari diri guru yang bersangkutan dan problem yang berasal dari dalam
diri guru lazim disebut problem internal, sedangkan yang berasal dari luar
disebut problem eksternal.
Problem internal yang dialami
oleh guru pada umumnya berkisar pada kompetensi profesional yang dimilikinya,
baik bidang kognitif seperti penguasaan bahan/materi, bidang sikap seperti
mencintai profesinya (kompetensi kepribadian) dan bidang perilaku seperti
keterampilan mengajar, menilai hasil belajar siswa (kompetensi pedagogis) dan
lain-lain.
Problem eksternal yaitu problem
yang berasal dari luar diri guru itu sendiri. kualitas pengajaran juga
ditentukan oleh karakteristik kelas dan karakteristik sekolah.
a). Karakteristik kelas seperti besarnya kelas, suasana
belajar, fasilitas dan sumber belajar yang tersedia.
b). Karakteristik sekolah yang dimaksud misalnya disiplin
sekolah, perpustakaan yang ada di sekolah memberikan perasaan yang nyaman,
bersih, rapi dan teratur.
Guru yang profesional harus guru
memiliki dua kategori, yaitu capability dan loyality, artinya guru itu harus
memiliki kemampuan dalam bidang ilmu yang diajarkannya, memiliki kemampuan
teoritik tentang mengajar yang baik, dari mulai perencanaan, implementasi
sampai evaluasi dan memiliki loyalitas keguruan, yakni loyal kepada tugas-tugas
keguruan yang tidak semata-mata di dalam kelas, tapi sebelum dan sesudah di
kelas.
Problematika profesionalisme guru
disebabkan oleh kurangnya kesadaran guru akan jabatan dan tugas yang diembannya
serta tanggung jawab keguruannya secara vertikal maupun horizontal dan
munculnya sikap malas dan tidak disiplin waktu dalam bekerja yang mengarah pada
lemahnya etos kerja.
Untuk mengatasi problematika
pendidikan yang berkaitan dengan profesionalisme guru diperlukan kerja sama
dunia pendidikan dengan instansi-instansi lain, pengintegrasikan seluruh sumber
informasi yang ada di masyarakat ke dalam kegiatan belajar mengajar,
penananaman tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas yang diembannya dan
pembudayaan akhlaqul karimah dalam setiap perbuatan kesehariannya serta
diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, utamanya pemimpin lembaga pendidikan
dan pemerintah sebagai pembuat kebijakan.
Resource: Problem dan Solusi bagi Peningkatan Kualitas Pendidikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar